Data Sektor
Jadwal Pertemuan:
Senin, 24 April, jam 10.00
Pertemuan gabungan
Shelter dan Livelihood –
Isu Konflik dan Reintegrasi-
Dinas PU. Jl Pemancar no 5, Banda Aceh. Pertemuan dilakukan dalam dwibahasa.
Senin, 1 Mei, jam 10.00
Pertemuan Shelter
Working Group –
Pertemuan Regular -
Dinas PU. Jl Pemancar no 5, Banda Aceh. Pertemuan dilakukan dalam dwibahasa.
Untuk informasi terbaru,
harap menghubungi
Deepty Tiwari
di UN-Habitat .
Untuk jadwal pertemuan rutin, silahkan
klik disini
Laporan pertemuan sebelumnya
01-05-2006
SWG Meeting Notes
17-04-2006
Joint Shelter and Watsan meeting
Laporan Lain
Sector Analysis for
Construction Labour
WFP Shipping Information – New Users Background Information
Milestones
Rumah Baru :
Permintaan: 128,000
Dalam perbaikan: 22,000
Selesai April: 24,000
Selesai Juni: 35,000
(Prediksi)
Untuk data selengkapnya :
ML03May06
Harap mengirimkan informasi terbaru Anda kepada BRR atau UN-Habitat
tito@unhabitat-indonesia.org
Quality Monitoring
PU-Unsyiah-UN-Habitat
Brief Summary Early Results
Watsan Monitoring & Evaluation of Post-tsunami Permanent Housing
in Aceh & Nias, 2nd Round
Laporan dan data Unsyiah
CD-Rom tersedia di UN-Habitat mulai tanggal 1 Maret.
Harap menghubungi
Zulfikar di UN-Habitat untuk mendapatkan CD-Rom. Harap men-download
formulir
berikut, yang menyatakan bahwa organisasi Anda akan menjaga kerahasiaan identitas responden.
|
Rumoh Impian Loen,
Komik untuk Pemantauan oleh Masyarakat
Membangun 100.000 unit rumah baru bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Ada kebutuhan yang amat mendesak untuk terus meningkatkan kualitas rumah dan memenuhi standar keamanan dan anti-gempa sebagai salah satu fokus utama.
Departemen Pekerjaan Umum dan BRR telah memproduksi panduan seperti Kode Bangunan Aceh ( Aceh Building Code) (Ke halaman
Building Code page) yang didukung oleh tim pemantau eksternal UN-Habitat (bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala)
UN-Habitat minggu ini juga menandatangani persetujuan dengan Departemen
Pekerjaan Umum (NAD) untuk bekerjasama dalam hasil evaluasi pemantauan dalam kaitannya dengan kualitas konstruksi. Diskusi Shelter Working Group mengenai isu yang timbul dari hasil pemantauan lapangan pada tanggal 1 Mei, juga mendapat sambutan positif dan dihadiri oleh banyak peserta.
Inisiatif baru untuk meningkatkan pemantauan bertujuan untuk
melibatkan masyarakat penerima bantuan serta masyarakat di daerah tersebut di dalam proses pemantauan dan evaluasi. Komik ini dikembangkan oleh ArCli (Architecture Clinic), serta gabungan dari beberapa lembaga seperti GTZ, PU-NAD, IAI dan Holchim. "Rumoh Impian Loen" atau diterjemahkan sebagai "Rumah Impianku" dicetak sebanyak 30.000 kopi dan akan didistribusikan ke daerah-daerah yang terkena dampak bencana tsunami.
UN-Habitat dan UNDP membantu ArCli di dalam pembiayaan cetak dan berperan di dalam distribusi.
Komik ini menjelaskan tentang bagaimana membangun rumah yang baik. Dan hal ini meliputi tahapan-tahapan dari perencanaan awal, desain rumah hingga implementasi berdasarkan pedoman teknis yang dapat diaplikasikan sebagaimana yang tertulis di dalam Building Code dan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Buku saku setebal 100 halaman ini juga mengupas mengenai praktek pembuatan bangunan yang ramah lingkungan dan bahan bangunan yang diproduksi secara lokal. Komik ini ditulis dengan menggunakan cerita sederhana mengenai keluarga Aceh penerima bantuan yang telah melalui berbagai kesulitan ketika membangun rumah.
Seperti biasanya, tantangan terbesar adalah masalah pendistribusian dan sosialisasi. Berikut ini adalah hal-hal yang sudah dipersiapkan.
- ArCli akan mendistribusikan komik di Banda Aceh.
- UN-Habitat sedang dalam proses untuk bekerjasama dengan NGO lokal yang bernama Persaudaraan Aceh, untuk mendistribusikan komik di Aceh Besar, Pidie dan Bireun, serta untuk menyelenggarakan kelas membaca di masyarakat.
- UN-Habitat telah meminta BRR untuk mendistribusikan komik ke kontraktor kecil dan menengah yang akan segera membangun perumahan dengan dana bantuan dari BRR.
- Tim pemantau Un Syiah akan membantu mendistribusikan komik di masyarakat dimana tim ini melakukan pemantauan.
Berkaitan dengan distribusi, penyebaran infor masi dan sosialisasi komik, UN-Habitat meminta bantuan kepada NGO untuk membantu di dalam distribusi komik mereka. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi Muamar Vebry : muamar.vebry@unhabitat-indonesia.org
Target Distribusi Komik
| Kabupaten |
Housing Need ('05) |
Comics required |
| Aceh Barat |
15,000 |
5,000 |
| Aceh Barat Daya |
20,000 |
500 |
| Aceh Besar |
13,000 |
2,000 |
| Aceh Jaya |
2,000 |
4,000 |
| Aceh Selatan |
3,000 |
1,000 |
| Aceh Singkil |
1,000 |
1,000 |
| Aceh Timur |
6,000 |
500 |
| Aceh Utara |
17,000 |
1,500 |
| Banda Aceh |
6,000 |
3,500 |
| Bireuen |
0 |
1,500 |
| Langsa |
3,000 |
0 |
| Lhokseumawe |
4,000 |
1,500 |
| Nagan Raya |
8,000 |
1,000 |
| Pidie |
0 |
2,000 |
| Sabang |
8,000 |
0 |
| Simeulue |
0 |
3,500 |
| Total |
106,000 |
28,500 |
(
Pendistribusian komik untuk mengantisipasi kebutuhan di setiap distrik,
dengan target satu komik untuk dua keluarga penerima bantuan.)
Isu Lainnya
Laporan Pencapaian Target : Bagaimana Perkembangannya?
24.000 Rumah Selesai?
Sejak tahun lalu, BRR dan UN-Habitat telah memantau perkembangan pembangunan perumahan melalui update dari berbagai organisasi. Hal ini masih tetap menjadi tugas yang cukup sulit. Apa sebenarnya yang kita ketahui?
- 11,000 rumah telah selesai pada bulan Desember 2005
- 18.000 rumah selesai pada bulan Februari 2006
- Diperkirakan bahwa 23.000 rumah telah selesai pada akhir minggu lalu (April 2006)
- Kami memiliki perkiraan bahwa 20.000 unit masih dalam proses pembangunan.
- Kami memperkirakan bahwa 35.000 unit rumah akan selesai pada bulan Juni 2006.
- Dari 118 organisasi yang termasuk dalam catatan, 57 bekerja dengan aktif. 18 telah selesai, sementara 15 menunjukkan sedikit perkembangan. Untuk 28 organisasi, kami tidak dapat mengikuti perkembangannya.
- Kami telah memperbaharui laporan untuk 128.000 unit rumah yang merupakan komitmen (sejak awal dimulainya proses rekonstruksi); figur ini tidak termasuk unit yang akan dibangun oleh BRR dengan dana APBN
2006. Tapi sudah termasuk organisasi dengan sedikit perkembangan (dengan komitmen 30.000 unit) dan organisasi tanpa perkembangan apapun (dengan komitmen 13.000 unit)
BRR melaporkan bahwa 41.000 unit telah selesai. Hal ini akan lebih dekat dengan pernyataan “selesai atau sedang dalam proses pembangunan”. Isu ini bukan lagi tentang organisasi yang tidak memulai pembangunan perumahan baru, tetapi
masih dengan perlahan menyelesaikan pembangunan perumahan yang sudah dimulai. Suplai untuk bahan, tenaga kerja dan manajemen kontrak sudah terbukti mengalami pemelaran, tapi di sisi lain musim kering akan membantu. (Contoh pemantauan kami yang bekerja sama dengan Unsyiah menunjukkan bahwa awal tahun ini, lebih banyak unit rumah yang mulai dibangun daripada yang diselesaikan, kecuali untuk wilayah Aceh Besar)
Survey dilakukan di lokasi-lokasi dimana konstruksi telah berjalan dan perkembangannya sudah pada dalam tahap penyelesaian dan penyerahan kunci kepada pemilik; meskipun demikian unit baru sering tampak mulai dibangun)
Apa yang menjadi isu kritis di dalam hubungannya dengan laporan perkembangan yang cukup kredibel ?
Awalnya, UN-Habitat mencoba menelepon atau mengirim email kepada sebanyak mungkin organisasi, tetapi juga mengumpulkan data laporan RAN dan data laporan distrik. Hal ini masih tetap menjadi fakta, meskipun pelaporan yang diambil dari RAN tetap sulit dan tidak lengkap – tetapi hal yang sama terjadi untuk permintaan langsung. Metode terbaik tetap kombinasi dari banyaknya sumber data.
Kedua, kami tidak lagi mengandalkan tren ekstrapolasi, sebagaimana penyelesaian yang dilaporkan
pada pertengahan tahun 2006. Organisasi terlalu sering melaporkan perkembangan “sebagaimana rencana” dan bukan “sebagaimana adanya”,
khususnya untuk target "pertengahan tahun". Hal ini juga pernah menjadi masalah pada laporan bulan Desember 2005. Saat ini kami melihat kualitas data itu sendiri : Organisasi dengan pelaporan yang baik, organisasi dengan pelaporan yang lemah dan organisasi yang dengan jelas menunjukkan tidak adanya perkembangan. Berdasarkan “perilaku” ini, kami membuat penilaian untuk perkembangan.
Download Milestone Report ML03May06 (PDF, 24 KB)
Pemerintah
Propinsi Aceh
Kanada Bantu Rumah Rangka Kayu
Pemerintah Propinsi British Columbia, Kanada melalui Forestry Innovation Investment Ltd akan memberikan bantuan rumah rangka kayu yang didesain anti gempa dan tahan rayap. Bantuan perumahan rangka kayu pemerintah British Columbia tersebut disepakati dalam sebuah nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Nicolas Lepage, Senior Advisor Trading Canadian Embassy dan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, Rabu (26/4) kemarin.
Informasi lebih lanjut....(PDF, 150KB)
Spotlight: Yayasan “Mamamia”
Sebelum tsunami, Mamamia sudah punya hubungan dekat kerja sama dengan beberapa desa di Kemukiman Cot Jeumpa, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar. Secara logis, Mamamia berhubungan dengan masyarakat Lhoong secepat mungkin setelah tsunami, melihat kondisi dramatis masyarakat yang hidup serta kehancuran total desa-desa akibat tsunami, mendengar mereka dan berjanji untuk segera merespon harapan dan permohonan utama mereka: pembangunan kembali rumah-rumah mereka secepat mungkin. Pada awal, 800 rumah terikat dengan pewaris yang punya rumah yang hancur akibat tsunami dan yang tinggal di Kecamatan Lhoong sebelum tsunami. Kemudian, 185 rumah ditambah untuk memenuhi kebutuhan sebagian masyarakat miskin yang tidak punya rumah sebelum tsunami di desa-desa yang dibantu dalam rangka PRR-L, termasuk mantan GAM yang diterima kembali oleh desa asal mereka.
Informasi lebih lanjut tentang Yayasan Mamamia
(PDF, 32 KB)
UN-HABITAT
.......Masih Tentang Kanada
World Urban Forum diprakarsai oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas isu-isu yang dihadapi oleh dunia saat ini : pesatnya urbanisasi dan pengaruhnya terhadap masyarakat, perkotaan, ekonomi dan kebijakan. World Urban Forum merupakan pertemuan yang dihadiri oleh berbagai lembaga-lembaga mitra, dari LSM, organisasi kemasyarakatan, profesional urban, akademisi hingga pemerintah, pemerintah setempat serta asosiasi nasional dan internasional pemerintah lokal. Hal ini memberikan semua pelaku pembangunan dasar yang sama untuk mendiskusikan isu-isu urban dalam cara formal maupun informal dan kemudian menghasilkan proposal untuk menciptakan perkotaan yang berkelanjutan.
Pemerintah Kanada menjadi tuan rumah untuk pertemuan World Urban Forum (WUFIII) ketiga yang akan diselenggarakan di Vancouver, Kanada, dari tanggal 19 hingga 23 Juni 2006 dan bertajuk utama, Our Future: Sustainable Cities – Turning Ideas into Action.
Vancouver juga menjadi tuan rumah untuk
konferensi PBB pertama mengenai Human Settlements pada tahun 1976.
Hal ini menjadi awal terbentuknya nited Nations Human Settlements
Programme, yang menjadi UN-Habitat pada tahun 2002.
Informasi selanjutnya.......
UN-Habitat Project Office
Jl. T.M Pahlawan No. 3A Banda Aceh NAD, Indonesia
Telp: +62 651 741 2525 / Fax: +62 651 25258
http://unhabitat-indonesia.org
UN-HABITAT - Fukuoka, Japan
http://www.fukuoka.unhabitat.org
UN-HABITAT
http://www.unhabitat.org
Housing & Settlements Information@UNIMS
Silahkan mengakses halaman untuk informasi perumahan di website UNIMS untuk alamat kontak dan arsip dokumen kebijakan, data, notulensi pertemuan, laporan dan informasi sektor-sektor lainnya.
Housing & Library@UN-Habitat Banda Aceh
UN-Habitat (Banda Aceh) mengumpulkan dokumen untuk rekonstruksi rumah. Silahkan mengakses katalog kami. Jika Anda dapat ikut untuk memberi kontribusi dokumen, silahkan menghubungi Yayan di
yayan@unhabitat-indonesia.org
Untuk berlangganan, harap mengirimkan email ke :
diella@unhabitat-indonesia.org
|